Tag

,

Bukit Cemas

cemaspun mengeras
di sepanjang jalan
di halaman rumah
orang-orang membakar dupa
ciutkan nyali
asapnya memanjang
menembus ruang
cemaspun mengeras jadi bukit
melulu kau gali
dengan sajak-sajakmu
tapi dia tak pernah habis
seperti kau garami laut
semakin menyulut
asin di pangkal lidahmu
setiap bencana yang singgah
tak bisa dibaca
mungkin engkau mesti melupakan segala
bahkan untuk orang yang kausayangi

2010

Sajak Dosa

kirimkan panas neraka
ketika kau bakar buku-buku itu
biarkan para setan berkelebat
mendekapmu dengan muslihat
atau aroma jahat
sesekali penuhi kata-kata sajakmu
dengan nista
berkerumun dengan para pendusta
lalu menuliskannya
apakah kau merasa cemas
ketika kau cium perempuan yang bukan muhrim?
kirimkan semua nikmat
ke pangkal syahwat
biar para setan mencatat
segala hal yang tak sempat diingat

2010